KONSEP VIRUS DAN PENYAKIT DALAM Al-QUR’AN

KONSEP VIRUS DAN PENYAKIT DALAM AL-QURAN

Fira Sutira Damulawan
Email : firasutiradamulawan@gmail.com

ABSTRAK
Dalam tinjauan Islam, tidak ada yang mustahil bagi Allah ketika menciptakan suatu makhluk. Tidak peduli baik itu makhluk besar ataupun kecil. Semuanya dapat diciptakan Allah SWT. seiring perkembangan ilmu pengetahuan yang modern ada salah satu ciptaan Allah yang dapat dikategorikan makhluk hidup dan juga makhluk mati yaitu Virus. Disini kita akan membahas mengenai Virus dan Penyakit yang ada pada manusia. Virus hanya akan menyerang manusia pada bagian fisik saja. Sedangkan Penyakit dapat menyerang manusia tidak hanya pada fisik atau jasmani akan tetapi penyakit juga ada pada ruh atau rohani manusia.

Kata Kunci : Islam, Virus, Penyakit

PENGANTAR
Dalam tinjauan Islam, tidak ada yang mustahil bagi Allah ketika menciptakan suatu makhluk. Tidak peduli baik itu makhluk besar ataupun kecil. Semuanya dapat diciptakan Allah SWT. seiring perkembangan ilmu pengetahuan yang modern ada salah satu ciptaan Allah yang dapat dikategorikan makhluk hidup dan juga makhluk mati yaitu Virus. 

Disini kita akan membahas mengenai virus dan penyakit yang ada pada manusia. Virus hanya akan menyerang manusia pada bagian fisik saja. Sedangkan penyakit dapat menyerang manusia tidak hanya pada fisik atau jasmani akan tetapi penyakit juga ada pada ruh atau rohani manusia.

Manusia terdiri dari dua bagian yaitu fisik (jasmani), hati (rohani) dan akal (juwa). Fisik atau jasmani dapat kita dipelajari dalam dalam ilmu biologi dan kedokteran. Sedangkan hati atau rohani tidak dapat dipelajari dalam pelajaran formal maupun  kedokteran. Ini terkait dengan nilai-nilai spiritual.

Saat ini, manusia menyadari bahwa segala macam penyakit apapun namanya, besar ataupun kecil jenisnya adalah membahahayakan bagi diri mereka sendiri. Penyakit dapat menggerogoti tubuh manusia kapanpun dan dimanapun manusia itu berada, baik penyakit yang bersifat ringan maupun yang berat. 

Segala macam penyakit yang menyerang fisik manusia pasti ada penyebabnya, ada yang mendapatkan penyakit karena makanan yang dia makan, lingkungan yang kurang bersih, kurangnya asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit ataupun penyebab-penyebab penyakit fisik lainnya. Namun sayangnya ini hanya masalah penyakit pada fisik saja.

Sedangkan penyakit pada hati atau  rohani bersembunyi pada hati manusia yang sering kita sebut dengan penyakit hati. Banyak dari kalangan manusia yang menyepelehkan  masalah penyakit ini. Padahal penyakit yang ada dalam hati lebih berbahaya dari pada penyakit yang trdapat pada fisik manusia. Karena penyakit hati jika hanya dibiarkan akan mempengaruhi pada kesehatan fisik orang tersebut. 

PEMBAHASAN
1. virus 
Virus adalah makhluk mikroorganisme pathogen yang menginfeksi sel makhluk hidup. Virus hanya dapat mengimplikasi dalam sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk berebroduksi sendiri. Cara penularan virus sendiri dapat terjadi secara langsung, yaitu kontak langsung antar penderita dengan orang peka, ataupun secara tidak langsung yaitu, lewat suatu media, seperti air, udara, makanan, tanah, pakaian, serangga, tanga dan seterusnya.

Soal virus sebenarnya Al Qur’an telah mengungkapkannya secara tidak langsung. Dalam surat Al Imran ayat 27 berbunyi, 
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 
“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa hisab.”

Secara tidak langsung, Nabi telah mencontohkan bagaimana karantina suatu wabah dilakukan. Nabi benar-benar melarang siapapun masuk atau keluar dari daerah tersebut. Bahkan, orang-orang yang terkena wabah lepra kala itu harus dijauhi.

Dalam hadis Abu Hurairah, Imam Bukhari beriwayat, Rasulullah bersabda, “Jauhilah orang-orang yang terkena lepra, seperti kamu menjauhi singa.”

Kemudian, dalam hadits lain disebutkan pesan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika suatu wabah datang. “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau pernah bertanya tentang wabah kolera. Kemudian, Rasulullah menjawab, ‘Tiap wabah itu dapat bermakna siksaan bagi yang Allah kehendaki. Tetapi, wabah bagi orang yang beriman adalah bentuk rahmat, selama ada kesabaran yang kuat dari mereka yang terjangkiti. Maka ia berhak mendapat pahala sebagaimana balasan balasan bagi orang-orang yang mati syahid.”(HR. Bukhari) 

Al Qur’an selain mendatangkan rahmat dan pahala dari-Nya, juga mengandung berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan masa kini. Bagi orang-orang yang beriman, berakal, serta berilmu sudah seharusnya menjadikan Al Qur’an sebagai rujukan utama terhadap isu yang ditemui sehari-hari.

2.Penyakit
Penyakit ada dua yaitu penyakit jasmani dan penyakit rohani. Penyakit jasmani adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang mengalaminya. Sedangkan penyakit rohani Jika rohani kita telah berpenyakit, maka cahaya kebenaran akan terhambat masuk ke dalam hati. 

Tanda-tanda rohani kita telah berpenyakit adalah ketika kita tidak lagi merasakan sakitnya bermaksiat dan tidak lagi mampu membedakan antara kebaikan dan kejahatan, kebenaran dianggap kebathilan dan kebathilan dianggap kebenaran. Allah telah menjelaskan secara tegas di dalam Al-Qur’an bahwa rohani manusia itu memiliki penyakit. Salah satunya yaitu diungkapkan di dalam surat Al-Baqarah ayat 10: ”Di dalam hati (rohani) mereka ada penyakit, kemudian Allah menambahkan penyakitnya. Dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta”.

Disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” 
(HR Bukhari).

Ini merupakan metode para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam menjawab pertanyaan. Sebelum dirinci, disebutkan terlebih dahulu dalil secara umum. Bahwa setiap penyakit ada obatnya dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi kita tidak perlu khawatir. Penyakit dalam urusan-urusan badan manusia saja Allah turunkan obatnya, apalagi penyakit hati yang berhubungan dengan benarnya keimanan seseorang yang mempengaruhi cinta, takut dan berharapnya kepada Allah. Tidak mungkin Allah meluputkan bagi manusia.

Ini merupakan wujud dari sempurnanya rahmat Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hambaNya. Maka dari itu orang-orang yang beriman sangat beruntung karena mereka dekat dengan sumber rahmat Allah yang sempurna didalam wahyu Allah yang diturunkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Penjelasan dalam hadits-hadits ini mencakup semua penyakit hati, juga penyakit jiwa dan penyakit anggota badan. Sebagaimana juga mencakup pengobatan atau penyembuhannya. Bahkan dalam hadits yang lainnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa kejahilan adalah penyakit dan beliau menjadikan penyembuhnya adalah bertanya kepada orang yang berilmu.

Tidak semua orang tepat dalam proses penyembuhannya, sehingga tidak sembuh. Ada obatnya namun tidak semua orang tahu. Kemudian orang yang mungkin memahami namun tidak semua orang mempraktekkan dengan benar. Disinilah kenapa kita harus kembali kepada ahli.

Pesan pendidikan : Segala penyakit pasti ada obatnya baik itu penyakit lahir maupun batin. Untuk itu marilah kita sebagai umat Rosulullah SAW yang pervaya akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT untuk memperkuat keyakinan akan kemuliaan Al-Qur’an dan keistimewaannya, serta semakin menambah keyakinan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.

KESIMPULAN
Dalam Al-Qur’an, kesehatan merupakan hal yang sangat prinsipil, karena terkait dengan kebutuhan lainnya. Makna kesehatan dalam dimensi yang lebih dalam dan luas, yakni kesehatan dalam arti lahir dan batin atau jasmani dan rohani. Seseorang yang beriman, harus mampu menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya. Islam memandang kesehatan lebih dari sekedar terhindarnya seseorang dari penyakit. Bukan sekedar tubuh sehat, tetapi yang tak kalah pentingnya adalah kebersihan Islam adalah agama yang syamil, komprehensif, lengkap, dan menyeluruh.

Tidak ada aspek atau bidang kehidupan yang tidak disentuh orang Islam, tidak dalam bentuk spiritual saja. Sosial, politik, ekonomi, budaya dan sains, semua dirangkul oleh Islam. Setidak-tidaknya Islam meletakkan dasar-dasar pijakan bagi semua bidang kehidupan. Sehingga tidak mengherankan jika umat Islam selalu menemukan dalil untuk semua urusan dunia, baik dari teks-teks Al-Qur’an maupun hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Dalam persoalan sakit dan penyakit, Islam mempunyai pandangan khusus tentang hal ini, yaitu membagi penyakit kepada dua, yaitu penyakit batin (hati, jiwa) dan penyakit jasmani. Dengan demikian cara pengobatan juga dengan dua cara, pengobatan batin dan pengobatan jasmani.batin atau kebersihan rohani.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARAKTERISTIK ZIYADAH ALIF DAN KAIDAHNYA DALAM ILMU RASM MUSHAF DAN IMLA’

Tafsir Tarbawi